Hosting Gratis
****Selamat Datang Website Pribadi Hidup Adalah Anugrah ****

Papua di Mata Dr Kal Muller

Written By Yupitoko on Sabtu, 21 Januari 2012 | 22.33

TIMIKA, PAPUA, JUMAT--Dr Kal Muller, seorang ahli sejarah dan antropologi kelahiran Hongaria yang sudah 15 tahun bekerja sebagai konsultan pada PT Freeport Indonesia (PTFI), Jumat (4/7) di Timika, meluncurkan sebuah buku berjudul Mengenal Papua.

Penerbitan buku tersebut merupakan prakarsa PT FI dan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Papua dengan tujuan sebagai referensi bagi para pelajar Papua dan khalayak umum lainnya sehubungan dengan terbatasnya informasi tentang sejarah dan budaya Papua.

Rencananya, Kal Muller akan menerbitkan empat buku lagi tentang dataran tinggi Papua, pantai selatan Papua, pantai utara Papua serta keanekaragaman hayati Papua.


Saat peluncuran buku tersebut juga dilakukan penyerahan sebanyak 500 buku masing-masing kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mimika 250 buku, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) 125 buku serta Keuskupan Timika 125 buku.

Kal Muller mengatakan buku Mengenal Papua khusus diterbitkan untuk referensi pelajar SLTP dan SLTA serta para mahasiswa guna  lebih mengenal budaya dan adat istiadat Papua yang sangat beranega ragam. "Sejak dulu hingga sekarang sulit untuk mendapatkan buku tentang Papua," tutur Muller yang sudah 32 tahun berkeliling Indonesia.

Karena sedikitnya referensi tentang Papua, mengakibatkan hingga saat ini para pelajar di Papua harus belajar buku-buku sejarah Kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan kesultanan-kesultanan di Jawa, Sumatera, Sulawesi. "Orang Papua juga harus belajar tentang Papua agar mengerti sejarah dan budayanya sendiri. Orang Indonesia yang lain juga harus belajar tentang Papua," kata  Muller.

Sementara itu Sekretaris Keuskupan Timika, Pastor Vincent Suparman SCJ mengaku hingga sekarang masih banyak orang yang mengkonotasikan Papua dengan hal-hal yang negatif seperti menganggap masyarakat yang masih memakai koteka sebagai primitif dan lainnya.

Pastor Vincent juga mengaku prihatin karena hingga kini banyak orang Papua yang justru belajar tentang budaya dari luar Papua ketimbang budaya dan adat istiadat daerahnya sendiri. "Harapan kami kehadiran buku ini tidak sekedar dibaca lalu disimpan tetapi juga memberikan informasi kepada siapa saja untuk mengenal Papua," ujar Pastor Vincent.

Pastor Vincent menegaskan, Papua tidak hanya identik dengan PT FI tetapi jauh lebih luas dari itu dimana terdapat kekayaan warisan leluhur yang perlu dijaga dan dilestarikan, bahkan Papua dianggap sebagai "paru-paru dunia" yang masih alami.

Sementara itu Kepala Bagian Humas LPMAK Jeremias Imbiri mengatakan akan mendistribusikan buku karangan Kal Muller ke asrama-asrama LPMAK yang kini mendidik putra-putri asli Papua khususnya masyarakat suku Amungme-Kamoro agar lebih mengenal dan mencintai daerah Papua.
Hal serupa dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mimika, Ausilius You SPd MM yang mengatakan buku karangan Kal Muller nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah SLTP dan SLTA di Mimika.

Sedangkan Vice President Social and Local Development PT FI, Arief Latif mengungkapkan penerbitan buku Mengenal Papua merupakan komitmen PT FI dalam memberdayakan masyarakat asli Papua.
Dengan terbitnya buku Mengenal Papua, Arief Latif berharap image negatif tentang Papua semakin terkikis dan setiap orang akan mengetahui bahwa Papua sangat dinamis, kaya dengan keanekaragaman suku, adat-istiadat dan tradisi-tradisi leluhur yang masih dilestarikan dengan baik.

Menurut Arief Latif, pendistribusian buku karangan Kal Muller melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran, LPMAK dan Keuskupan Timika karena ketiga lembaga tersebut memiliki komitmen yang kuat dalam upaya membangun dunia pendidikan di Kabupaten Mimika dan Papua pada umumnya terutama melalui sekolah-sekolah, asrama siswa, gereja dan stake holder yang lainnya.

Dalam buku Mengenal Papua dijelaskan secara umum mengenai gambaran tentang Papua, dimulai dari terbentuknya benua New Guinea, evolusi iklim yang terjadi, keanekaragaman kehidupan, sejarah masyarakat Papua dan Melanesia, perbedaan masyarakat yang hidup di pegunungan dan pesisir, hingga masalah perdagangan dan kontak dengan dunia luar. (ANT)

Sumber; http://nasional.kompas.com/read/2008/07/04/19511560/papua.di.mata.dr.kal.muller
22.33 | 0 komentar

Suporter Papua Boikot Kedatangan Pejabat PSSI

Written By Yupitoko on Rabu, 18 Januari 2012 | 05.40

Suporter Papua Boikot Kedatangan Pejabat PSSI

Sejumlah kelompok suporter klub di Papua berencana menolak kunjungan Direktur Teknik PSSI Wim Rijsbergen ke Jayapura, Rabu (18/1), untuk mencari pemain berbakat serta memberikan klinik pelatihan di daerah ini.

Bahkan, tiga kelompok superter tim Papua dari klub Persipura, Persidafon dan Persiwa sudah siap melakukan aksi unjuk rasa saat rombongan Wim Rijsbergen dan utusan PSSI lainnya tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Koordinator Persipura Mania, Wilson kepada pers di Jayapura, Selasa, mengatakan jika PSSI datang ke Papua, pihaknya sudah siap melakukan demo dan menghadang utusan PSSI di Bandara Sentani.

"Kami menolak kedatangan mereka. Kami akan melakukan demo di bandara dan akan mengusir orang PSSI kembali ke Jakarta. Kami telah melakukan koordinasi dengan suporter Persidafon dan Persiwa," katanya.

Menurut Wilson, salah satu alasan penolakan terhadap PSSI, karena dinilai telah membuat masyarakat Papua kecewa. Selain itu, PSSI juga harus menjelaskan secara detail mengapa tim asal Papua, dijatuhi sanksi.

"Kalau memang tetap ngotot, silahkan karena kami tetap akan menolak mereka. Bahkan kalau diijinkan kami akan tunggu di tangga pesawat dan mengusir mereka pulang saat itu juga," tegas Wilson.

Dia menambahkan, rencana penghadangan utusan PSSI itu adalah inisiatif sendiri dari semua suporter klub sepak bola dan masyarakat pencinta sepak bola yang ada di Papua, dan sama sekali tidak melibatkan pengurus klub dan Panpel pertandingan klub yang ada di Papua.

"Ini adalah inisiatif kami sendiri dan kami tidak ingin melibatkan pengurus klub dan Panpel. Dari Persipura Mania sendiri kami akan kerahkan sekitar 100 orang, yang nantinya akan ditambah dengan suporter Persidafon dan Persiwa," terang Wilson.  (ant/syp)
05.40 | 0 komentar

Formula 1 News

Moto GP News

Hidup ini penuh dengan tangan setiap individu selalu menghadapi tetapi tangan itu jangan kasih biar begitu saja langka-langka apa saja saya ambil agar lewati tantangan tersebut Mari setiap individu berlutut kepada TUHAN agar tantangan ini ambil ahli kepadanya dan kami hadapi dengan penuh kesabaran

Sport News

English German Dutch Italian Russian Greek French Spanish Arabic Korean Japanese Chinese Indonesian
Keterangan : Kode warna biru menunjukan kode gambar/animasi yang di upload dari 4shared / potobucket Kode warna merah menunjukan kode links yang di tuju

Resource

Cari Blog Ini


Mengenai Saya

Hatiku sangat rinduh untuk menjadi seorang yang menyelamatkan banyak orang dari ketingdisan, itimindasi, problem tiada berhenti-henti setiap saat di negeri tanah papua, untuk itu belum terwujub impianku pasti suatu saat akan sempurnakan impianku yang penting aku tetap setia ORAHET LABORA dalam hidupku menjadi bangsa papua bangsa yang damai sampai dunia kiamat.
>Image and video hosting by TinyPic
Hosting Gratis