Hosting Gratis
****Selamat Datang Website Pribadi Hidup Adalah Anugrah ****

TANAH PAPUA PEMULIHAN ALLAH

Written By Yupitoko on Sabtu, 07 Januari 2012 | 20.20


Lihatlah, ya TUHAN, kami anak negeri Tanah papua apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami dari Negara lain, dan pulikanlah kami atas tanah papua
Milik pusaka kami beralih kepada orang lain,rumah-rumah kami kepada orang-orang asing.
Kami menjadi anak yatim atas tanah kami, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda.
Air kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran.
Kami kejar dekat-dekat, kami dibunuh, disiksa, perkosa kami lelah, bagi kami tak ada istirahat setiap hari kami bangsa malanesia selalu tangis atas kekayaan alam sungguh sangat menyedikan dan pulikan kami dari kejahatan dari Negara lain karena Negara luar mereka merampas kekayaan alam dan memusnakan nyawa orang asli papua maka engkau lingdungilah kami dari semua kejahatan yang mereka buat atas tanah papua
Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan
Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa!.
Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur:
Karena bukit sion yang tandus , dimana anjing-anjing hutan berkeliaraan
Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhtamu tetap dari masa ke masa
Mengapa Engkau melupakan kami selama lamanya, meninggalkan kami sedemikian lama?
Bahwalah kami kembali kepadamu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuhilah hari-hari kami seperti dahulu kala!
Atau Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami.
Tanah papua engkau cipkan sungguh unik kekayaan alam bahkan kami umat manusia, semua yang terjadi problems tanah papua engkau pulikan dan lingdungilah kami kedalam tangan yang berkuasa,untuk kehidupan suku malanesia kedepan, kuasa gelap yang menghalangi suku malanesia patahkan oleh kuasa ALLAH dengan demikian engkau berikan kebabasan kepada bangsa Papua dari tingdisan anjing bangsa Indonesia agar kami juga mengola kekayaan alam yang engkau ciptakan kepada suku malanesia terjadilah urapan pemulihan Allah atas tanah papua yang engkau ciptakan untuk kulit hitam, keriting rambut kita malanesia...
20.20 | 0 komentar

Ribuan Anak Nikmati Beasisw a


Di bidang pendidikan, ribuan anak pribumi telah, sedang dan akan menikmati beasiswa mulai dari SLTP sampai Perguruan Tinggi (PT). Kepala Bagian Anak dan Pemuda Biro Pendidikan LPMAK, Thobias Yawame mengatakan program beasiswa diberikan kepada anak-anak 7 suku, Papua lain dan luar Papua, yang memenuhi kriteria sesuai pedoman beasiswa yang ditetapkan LPMAK.
Data LPMAK menunjukkan penerima beasiswa per Juni 2010 mencapai 529 anak. Rinciannya Amungme sebanyak 197, Kamoro 73, Damal 20, Dani 44, Mee 67, Moni 56, Nduga 44, Papua lain 16, dan luar Papua 12.
Selain itu LPMAK juga menetapkan sejumlah program kerja lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, seperti penyediaan asrama, peningkatan mutu pendidikan dasar dan bantuan kerjasama dengan lembaga mitra di bidang pendidikan.
LPMAK menerapkan program matrikulasi yang berawal dari keprihatinan melihat merosotnya pendidikan dasar di Kabupaten Mimika. Banyak anak-anak Kamoro dan Amungme yang hendak dikirim studi ke luar Mimika ternyata kemampuan akademiknya masih belum memenuhi persyaratan. Sehingga program matrikulasi membantu agar anak-anak mampu bersaing dengan siswa dari daerah lain di Indonesia.
Program matrikulasi dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga studi terkemuka di Jawa, Papua dan Sulawesi Utara. Untuk tingkat SMA, Biro Pendidikan LPMAK bekerjasama dengan Yayasan Binterbusih di Semarang, SMA St. Nikolaus, Lokon, Tomohon dan SMA Tompasso di Sulawesi Utara.
Sedangkan di tingkat perguruan tinggi, Biro Pendidikan LPMAK bekerjasama dengan IKOPIN Bandung, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, UNIKA Widya Mandala Surabaya, UNIKA Soegijapranata Semarang, Universitas Negeri Papua Manokwari, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Klabat, Universitas Klabat, Universitas Negeri Manado, dan Universitas Katolik Delasalle Manado.
LPMAK sedikitnya juga telah membangun tujuh unit asrama, yaitu Asrama Putra Kamoro, Solus Pupuli, Asrama Putra/I Penjunan, Asrama Putra/I Bintang Kejora Kaokanao, Asrama Putra/i AMOR di Semarang.
Selain itu LPMAK melalui biro pendidikan juga memiliki program pelatihan kepemimpinan, pemberian bantuan sarana dan prasarana sekolah, pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah, serta mendukung pendirian sekolah-sekolah alternatif yang berkualitas serta berbasis masyarakat dan pengembangan kampung.
(sumaryoto&nelly bela/radar timika)
20.16 | 0 komentar

GAYA BELAJARKU

“Jika kita mengenali gaya belajar kita, maka kita lebih dapat belajar secara mandiri” Pemahaman Gaya Belajarku


* Gaya Belajar (Learning Style)

Cara belajar yang dimiliki seseorang untuk mencerap ilmu.

* Gaya hidup yang dominan dalam suatu masyarakat dipahami sebagai pencerminan gaya belajar dari masyarakat itu.
* Gaya hidup orang indonesia

Pragmatisme : gaya hidup melakukan sesuatu bertolak dari nilai praktis yang akan diperoleh.
Materialisme : gaya hidup yang mengedepankan pencarian materi duniawi.
Konsumerisme : gaya hidup seorang panikmat, menghabiskan waktu dan harta untuk mengejar kenikmatan.

* Bertolak dari gaya hidup yang demikian maka gaya belajar masyarakat Indonesia cenderung hanya mau belajar karena akan mendapat “Hadiah” atau “Dipaksa” oleh kenyataan hidup.

Contoh gaya belajar masyarakat Indonesia:
1. Gaya belajar sarimin : si topeng monyet mau disuru kesana kemari karena akan dapat hadiah, atau gaya belajar lumba-lumba atau gaya belajar anak-anak.
2. Gaya belajar karena “kepepet” / “terpaksa”
Kalau dipaksa oleh keadaan orang baru mau belajar. Bisa karena dipaksa orang tua, guru, atasan, dll.
Jadi hipotesanya: banyak anggota masyarakat Indonesia sulit belajar.
Apakah anda dan saya termasuk didalamnya ?
Mengapa Gaya Belajar Perlu Diketahui ?

* Menjadi pembelajar mandiri

Dengan mengetahui gaya belajar, seseorang memiliki inisiatif mempelajari sesuatu sesuai dengan minat, bakat, potensi, talentanya
Dengan belajar mandiri seseorang terbebas dari kungkungan pengajar / pelatih formal di lingkungan ia belajar (sekolah, kampus, dll).
Gaya Belajar Menurut Anthony Robbins
o Gaya Visual
Pembelajar dapat belajar efektif jika menggunakan indra penglihatan fisiknya.dengan membaca, nonton film/video, dll.

* Gaya Auditori

Pembelajar dapat cepat mengerti dengan cara berbicara dan mendengarkan. Contoh : membaca dengan suara keras, berdiskusi, dll.

* Gaya Kinestetik

Pembelajar dapat belajar efektif dengan menggerakkan tubuhnya, mengalami secara langsung, aktif secara fisik, terjun ke lapangan, mencicipi, merasakan, dll.

* Gaya Belajar Intelektual

Belajar dengan berpikir, membayangkan, merenung, berimajinasi, mencongak, dll.
19.51 | 0 komentar

KETIDAK PEKAAN GURU-GURU DI PEDALAMAN PAPUA

KETIDAK PEKAAN GURU-GURU DI PEDALAMAN PAPUA


Pemerintah Provinsi Papua membuka pemekaran Kabupaten, Distrik, Desa, SD, SMP, SMA/K melalui dana OTSUS di berbagai pelosok Papua. Pemerintah berpikir bahwa pendidikan di pedalaman Papua sudah maju. Dalam faktanya yang terjadi di Papua saat ini masih belum maksimal pendidikan yang berkualitas di Papua. Hal ini, membodohi genersi kedepan Papua karena guru-guru yang di tugaskan oleh pemerintah daerah di pelosok Papua mereka tidak mengajar dengan baik. Salah satu contoh yang saat ini menonjol adalah:


1. Selama satu bulan para guru mengajar satu hari.

2. Hari yang lain mereka membuang waktu turun ke kota.

Kami Mahasiswa Papua menghimbahukan kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten harus memperhatikan dan mengunjungi setiap sekolah di pedalaman. Pemerintahan Kabupaten harus mengadakan observasi di setiap sekolah di pedalaman papua. Dengan mengadakan observasi tersebut pemerintah dapat mengetahui apakah guru-guru mengajar dengan baik atau tidak, kalau tidak mengajar harus dipecat. Pemerintah daerah seharusnya memberikan gaji kepada para guru-guru yang mengajar saja. Apabila pemerintah daerah memberikan upah/gaji kepada para guru yang tidak mengajar, itu merupakan suatu dosa terhadap Tuhan dan terhadap masyarakat setempat (Papua). Kenyataan ini, saya telah melihat sendiri selama enam tahun di Kabupaten Mimika dan ini menjadi pengalaman hidupku yang sangat menyedikan karena melihat kebodohan guru-guru yang tidak mengajar.

Kabupaten mimika dan beberapa kabupaten terlambat menanggani pendidikan yang memadai

Kami melihat latar belakang kabupaten Timika bagian Tembagapura, dan timika pantai. Rata-rata membuka sekolah satu kampong satu sekolah SD, SMP tetapi Fasilitas kurang memadai sampai pada saat ini. Dan guru- guru tidak menetap di tugaskan oleh pemerintah daerah, upah/gaji setiap guru dua kali lipat dari pemerintah maupun PT PREEPORT Indonesia tetapi tidak mengajar dengan baik. Sebelum menjadi pegawai negeri mereka bertanya dalam diri bahwa saya berjanji untuk mengajar baik kota maupun pedalaman . Anak-anak generasi kedepan di pedalaman motivasi tinggi untuk ingin mengejar cita-cita mereka untuk membangun kampong halaman mereka. Tetapi guru-guru sekarang untuk mengejar jabatan dengan uang saja sehingga generasi kedepan hancur, Kalau ingin menjadi guru-guru yang benar-benar megabdi di setiap pedalaman agar generasi seterusnya bisa berkembang, guru-guru dulu benar-benar mereka mencintai generasi kedepan maka mereka mengajar dengan sungguh-sungguh sehingga sekarang sudah kenyataan banyak orang menjadi pejabat-pejabat yang ada di setiap daerah itu. Kami Mahasiswa/I meminta kepada pemerintah daerah harus membuka sekolah yang panen di sekitar kota mulai dari TK, SD, SMP, SMA/K langsung bangung dengan asrama tingkat bawa sampai atas agar mereka belajar dengan maksimal supaya dimana mereka menempu jenjang yang paling tinggi bisa menyelesaikan dengan baik, problem seperti itu bukan di kabupaten mimika saja terjadi tetapi saya pikir setiap kabupaten pegunungan tengah terjadi sampai saat ini, kapan bangun pendidikan yang memadai di tanah papua, bukan sekaran kapan lagi, bukan kita siapa lagi, kita tidak mengajar dengan baik kepada anak-anak kami tetap bodok terus maka itu tetap menindis oleh Provinsi Papua maupun pemerintah Negara Indonesia Tutur Melky.
19.37 | 0 komentar

MATRIKULASI BUKANLAH MENGHAMBAT KULIAH, TETAPI MENAMBAH ILMU

MATRIKULASI BUKANLAH MENGHAMBAT KULIAH, TETAPI MENAMBAH ILMU


Matrikulasi adalah salah satu program dari Biro pendidikan (LPMAK ) dan setiap manajemen kota study masing-masing sudah di tetapkan dalam anggaran dasar ( AD/ADRT ) karena kedua pihak melihat kabupaten Timika pendidikan belum memadai, oleh sebab itu tamat SMP dan SMA dari kabupaten timika test di LPMAK peserta yang prentasi tahap seleksi maka dari Biro Pendidikan akan di krim ke beberapa kota study kerja sama dengan LPMAK sebagai berikut :


1. Manokwari

2. Manado

3. Surabaya

4. Jogjakarta

5. Semarang dan

6. Bandung

Tahap seleksi dinyatakan lulus maka akan di krim setiap kota study sesuai dengan jurusan yang sudah dipilih oleh setiap mahasiswa , tetapi dari kampus juga seleksi satu tahun lagi selama matrikulasi parah dosen menguji kemampuan mahasiswa Timika, menyesuaikan diri dari kampus maupun lingkungan sekitarnya tujuan dari manajemen agar supaya kami mandiri untuk menempu kuliah selangjutnya, setiap individu kemampuan mencapai apa yang harapkan oleh Biro pendidikan akan langjutkan kuliah/regular strata SI empat tahun, bagi siapa yang tidak mencapai selama matrikulasi IP 1.50 jika kasih pulang ke timika atau orang tua wali mahasiswa.
Sebelum matrikulasi saya berpikir kenapa LPMAK menetapkan matrikulasi, langsung selesai SMA langjutkan kuliah seperti biasa hal itu saya selalu berpikir dalam lubuk hatiku karena saya merasa satu tahun dua semester sangat rugi, tetapi setelah merasakan matrikulasi saya sangat membantu ilmu yang saya dapat selama matrikulasi yang diberikan oleh dosen dari Univeritas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS ) selama satu tahun
Angkatan 2009 Mahasiswa matrikulasi Timika di surabaya kami tinggal dua asrama, masing-masing putra dan putri untuk putra jalan Bronggalan 8 H 8A, putri Jalan mojoharu, kedua Asrama dari pihak WM siapkan Pembina putra dan putri selama kami tinggal di asrama jaga ketat dan di larang untuk jalan-jalan di sekitar kota pahlawan Surabaya agar supaya satu tahun fokuskan matrikulasi agar kedepan kami bisa hidup mandiri seperti itu tujuan dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) dan Univeritas Katolik Widya Mandala Surabaya (WM).
Kami masuk kampus jam 07.00 pulang jam 03.50 ke asrama istirahat satu jam kemudian melangjutkan tutorial jam 06.00 s/d 07.00 sangat capek tapi kami jalani saja apa yang di tetapkan oleh UKWMS karena program sudah tetapkan oleh kedua pihak LPMAK dan Manajemen Widya Mandala (WM).
Selama matrikulasi kami menempu mata kuliah yang di berikan oleh parah dosen dari Univeritas Katolik Widya Mandala Surabaya adalah sebagai berikut.


1. Matematika,

2. Fisika

3. Biologi

4. Life Skill

5. Bahasa Inggis

6. Bahasa Indonesia

7. Komputer dan

8. Lefresing di luar kota

Matrilulasi sangat membantu, karena kami dapat mata kuliah diatas tersebut, kita sebelum menempu kuliah yang sesungguhnya , bisa menyesuaikan apa yang kami dapat selama matrikulasi jurusan yang kami pilih untuk menempuh leguler selanjutnya.
Bukan kita terima teori dari kampus saja, tetapi tim manajemen mata kuliah Life Skil arahkan kami Lefresing beberapa Wisata dan kesusteran di luar kota Pahlawan Surabaya yaitu : Kesusteran Bintang Kejora mojokerto dua kali, Wisata air limbah Malang, Wisata candi Brobudur, keraton di Jogjakarta, Wisata Bahari Lamongan ( WBL ) dan Lumpur lapindo kami Mahasiswa Matrikulasi dan tim manajemen langsung oservasi , dalam kunjungan tersebut kami dapat ilmu maupun pengalaman perkembangan sekitar wisata
Saat ini aku merasakan dari kampus semua ilmu yang saya dapat selama Matrikulasi, baik menyesuaikan lingkungan maupun dari kampus saya sangat membantu maka itu program Matrikulasi jangan di hentikan untuk selanjutnya harus kerja sama Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro ( LPMAK ) dan Univeritas Katolik Widya Mandala Surabaya ( UKWMS ) agar supaya tujuh suku masih SMA di kabupaten Timika, kalau sudah lulus tahap seleksi krim setiap kota study yang sudah kerja sama dengan ( LPMAK ) untuk mengikuti program Matrikulasi karena sangat membantu bukan menghambat kuliah tetapi membuka wawasan.
Selama matrikulasi tidak luput dari problem baik jasmani maupun rohani, dalam hal itu kami jangan pantang menyerah kita berlutut kepada TUHAN agar ia memberikan kekuatan, kesehatan, kepintaran dan kemampuan kepada setiap individu dalam menjalani Matrikulasi maupun leguler nantinya.
19.27 | 0 komentar

Kalau Kami di Dalam NKRI, Kami Habis

Selasa, 20 Desember 2011 | 08:08


Ketua Sinode Kingmi di tanah Papua Pendeta Benny Giay.
Ketua Sinode Kingmi di tanah Papua Pendeta Benny Giay. (sumber: kabargereja.tk)
Ada kekuatan negara yang menyebar isu Papua Merdeka.

Pimpinan gereja-gereja di tanah Papua bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Jawa Barat pada Jumat kemarin.

Mereka adalah Ketua Sinode GKI di tanah Papua Pendeta Jemima J. Krey, Ketua Sinode Kingmi di tanah Papua Pendeta Benny Giay, Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua Pendeta Socratez Sofyan Yoman, dan Majelis Umum Sinode Nasional Gereja Kristen Alkitab Indonesia Pendeta Martin Luther Wanma.

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 21.00 hingga 23.30 dihadiri anggota kabinet, di antaranya menteri Polhukam, menteri keuangan, menteri pekerjaan umum, Kapolri dan Panglima TNI.

Ditemui wartawan Beritasatu.com di Wisma Bumi Asih, Jakarta pada 8 Desember, Pendeta Benny Giay menceritakan pertemuan dengan SBY yang berjalan santai namun serius.

Pendeta Benny berangkat dari Papua bersama ketiga pendeta lain pada 6 Desember.

Mereka dijadwalkan bertemu Presiden pada 9 Desember namun ditunda hingga 16 Desember.

Ketika berangkat ke Jakarta, Pendeta Benny berencana akan menyampaikan ke Presiden mengenai inkonsistensi kebijakan di Papua.

"Kami mencari maksud pernyataan Pak SBY pada 16 Agustus, menyelesaikan Papua dengan pendekatan hati. Tapi pada 12 November banyak pasukan Brimob yang dikirim ke Puncak Jaya. Politik bicara lain, main lain," kata Benny.

Berikut kutipan wawancara dengan Benny:

Anda sampaikan mengenai inkonsistensi kebijakan penyelesaian Papua ke Presiden?
Saya sampaikan. Kalau Presiden punya mimpi dan janji bagus sekali. kami disejukkan. Saya juga percaya pada mimpi Papua, masa depan lebih baik dari sekarang. Tapi saya juga lihat kenyataan masa lalu banyak kekerasan sampai hari ini. Sebenarnya pak Presiden seharusnya amankan anak buah. Politik bicara lain, main lain.

Tanggapan Presiden?
Dia bilang pendekatan militer sudah lewat. Harus dimulai dengan pendekatan dialog. Akan ada pertemuan selanjutnya. Mungkin nanti dia jelaskan lebih detil apa yang diperbuat. Mungkin kami juga siapkan paper.

Anggota kabinet yang hadir menyampaikan sesuatu?
Tidak. Kecuali saya sampaikan bahwa saya sebenarnya saya tidak mau datang. Saya berduka karena ada 800 jemaat Pinai yang mengungsi. Dalam suasana ini ada ibu hamil panjat tebing, jatuh dan mati. Lalu dia (SBY) tanya Kapolri (Jendral Timur Pradopo). "Bagaimana itu di Pinai?" "Siap pak. Kami sudah temukan dua senjata dan beberapa peluru. Daerah sudah dikuasai. Siap".Hanya itu saja yang disampaikan. Pak SBY tidak tanggapi, barangkali dalam rangka menghemat waktu. mungkin karena sudah kemalaman. Hahahaha.

Pesan Presiden dalam pertemuan itu?
Dia jelaskan pentingnya peran gereja dan agama. Dia bilang kita harus bangun trust. Memang sulit. Macam UP4B, dua hari sebelum kami bertemu pak SBY, di Manokwari ada demonstrasi besar-besaran menolak UP4B. Dia (SBY) bilang UP4B untuk sementara dihentikan dulu sampai ada pembicaraan lebih lanjut. Mungkin dalam pertemuan berikutnya kami memberi masukan untuk memperbaiki dokumen UP4B. Kami bilang bagaimana ini Pak Presiden, alam demokrasi tapi Pak Presiden bikin sendiri. Tidak ada masukan dari orang Papua. Orang Papua juga tidak setuju dengan otonomi daerah karena hanya untuk meredam Papua merdeka. Dia (SBY) bilang kita harus pikir Indonesia baru. Papua berkeadilan. Harus NKRI.Tapi orang Papua sulit terima, karena pikir mereka kalau kami di dalam NKRI kami habis.

Kenapa?
Karena selama ikut NKRI, kekerasan terus. Semua toko-toko tidak ada orang Papua. Saya jaga toko tidak bisa. Saya pikir ada stigma yang bermain disitu.

Memangnya siapa yang berkuasa di Papua?
Ada kekuatan negara yang menyebar isu Papua Merdeka. Ada banyak gosip. Ada SMS gelap menyebar rasa takut. Mungkin dibiayai intelijen. Jakarta memutuskan kebijakan di Papua berdasarkan laporan intelijen jadi tidak rasional. Kami korban.

Lalu bagaimana aktivitas di Papua?
Saya lupa sampaikan ke Pak Presiden supaya militer kasih naik gaji. Mereka merasa tidak dapat uang cukup jadinya harus pakai kekerasan. Jadi negara bertanggungjawab. Tentara banyak di Papua tapi kerja apa. Jadinya menciptakan banyak musuh. Tentara non organik di dalam hutan mau bikin apa. Tidak ada radio Tidak ada televisi. Harus bikin musuh supaya cepat-cepat pulang.

Sebenarnya tidak ada separatisme?
Kami sebenarnya mau sampaikan ke pak SBY. Separatisme ini engkau yang bikin. Separatisme ini seperti bayi yang lahir dari kawin paksa. Yang kami maksud adalah tahun 1960-an ada referendum dan Indonesia yang tentukan siapa yang bisa memilih. Hak orang Papua disangkal mulai disitu. Papua sudah dipaksa masuk Indonesia. Setelah masuk (ke Indonesia) kekerasan terus menerus. Jakarta yang menabur benih separatisme. Dia juga yang gunakan juga untuk melegitimasi pendekatan keamanan. Operasi terus. Ini persoalan kami. Kalau operasi terus, kami tidak ada dong. Kami habis di undang-undang makar.

Bagaimana membedakan orang yang terlibat gerakan separatis dan tidak?
Semua warga Papua dianggap OPM (Organisasi Papua Merdeka)

Dalam pertemuan itu ada solusi yang dicapai?
Kita diundang bertemu lagi pada minggu ketiga bulan Januari. Malam ini kami pulang. Kami ketemu masyarakat, semua unsur masyarakat Papua. Ini semacam cek kosong buat kami. Silahkan kamu (masyarakat Papua) pikir.

Ada pembicaraan mengenai Freeport?
Itu tidak kami sebut.

Anda yakin pemerintah akan selesaikan masalah Papua?
Tidak yakin. Kalau jujur, generasi sekarang kita hidup di kekerasan semacam Ahmadiyah dan orang berpikir kekerasan itu benar. Generasi sekarang tidak bisa. yang memungkinkan generasi yang masih kecil. Optisme saya pada anak kecil yang masih di taman kanak-kanak. Kalau dapat pendidikan tolerenasi dan keberagaman.
05.25 | 0 komentar

Surat TPN-OPM di Paniai: Kami Tak Akan Menyerah

Surat TPN-OPM di Paniai: Kami Tak Akan Menyerah


JUBI---Pimpinan TPN OPM Devisi II Makodam Pemka IV Paniai, Jenderal John Magai Yogi menyatakan, tak akan mundur selangkahpun dalam meladeni operasi pasukan gabungan TNI-Polri yang dimulai sejak Agustus 2011 lalu. Pihaknya berkomitmen, perjuangan yang dirintis para pendahulu tetap dilanjutkan demi mencapai harapan Bangsa Papua Barat. Pernyataan itu sebagaimana dituangkan dalam surat yang dikeluarkan dari tengah rimba.

“Kami TPN OPM di seluruh Tanah Papua tidak akan pernah menyerah dan akan terus melawan penguasa Indonesia sampai titik darah penghabisan,” demikian ditulisnya dalam surat tertanggal 5 Januari 2012. “Kami hanya pegang Ukaa Mapega (busur dan anak panah, Red.), tetapi kami andalkan Tuhan, kami siap hadapi pasukan Brimob Mabes Polri dan Densus 88 sebagai pasukan elit Indonesia, yang lengkap dengan senjata modern dan saat ini mereka masih kuasai daerah Paniai,” tambahnya.

Dua pernyataan lain yang ditegaskan dalam suratnya, pertama: Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Amerika Serikat dan Belanda segera bertanggungjawab atas kesalahannya di masa lalu yang mengorbankan rakyat Papua. Kedua, PBB dan Amerika Serikat segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah Papua, karena persoalannya tidak akan pernah selesai dengan segala tawaran dan bentuk pembangunan oleh Indonesia.

“Kami tidak akan pernah menyerah. Orang-orang yang tinggal di kampung-kampung dan dekat hutan selalu dianggap TPN OPM, padahal mereka itu masyarakat biasa. Sekarangpun mereka sedang kejar kami TPN OPM Devisi II Makodam Pemkab IV Paniai. Kami tidak bebas dari tekanan militer di hutan belantara Paniai, karena Kapolri sudah perintahkan banyak pasukan Brimob dari Kelapa II Depok, Kalimantan Timur dan Densus 88 datang kepung markas kami. Mereka mengancam hidup kami. Pasukan dikirim itu ganggu ketenangan kami, dan mau perang untuk menghabisi kami TPN OPM,” tulisnya.

Sejak pengepungan dan penyerangan ke markas Eduda, 13 Desember 2011, kata John, anggota TPN OPM Devisi II Makodam Pemka IV masih bertahan di hutan Paniai. Bukan berarti menyerah.

Ditulisnya di bagian akhir surat itu, “Setiap orang dan suku bangsa memiliki hak-hak azasi yang harus dihormati oleh siapapun, termasuk hak menentukan nasib sendiri. Hak inilah yang kami orang Papua tuntut kepada PBB yang bisu saat hak kami di
03.40 | 0 komentar

Formula 1 News

Moto GP News

Hidup ini penuh dengan tangan setiap individu selalu menghadapi tetapi tangan itu jangan kasih biar begitu saja langka-langka apa saja saya ambil agar lewati tantangan tersebut Mari setiap individu berlutut kepada TUHAN agar tantangan ini ambil ahli kepadanya dan kami hadapi dengan penuh kesabaran

Sport News

English German Dutch Italian Russian Greek French Spanish Arabic Korean Japanese Chinese Indonesian
Keterangan : Kode warna biru menunjukan kode gambar/animasi yang di upload dari 4shared / potobucket Kode warna merah menunjukan kode links yang di tuju

Resource

Cari Blog Ini


Mengenai Saya

Hatiku sangat rinduh untuk menjadi seorang yang menyelamatkan banyak orang dari ketingdisan, itimindasi, problem tiada berhenti-henti setiap saat di negeri tanah papua, untuk itu belum terwujub impianku pasti suatu saat akan sempurnakan impianku yang penting aku tetap setia ORAHET LABORA dalam hidupku menjadi bangsa papua bangsa yang damai sampai dunia kiamat.
>Image and video hosting by TinyPic
Hosting Gratis